Saturday, November 16, 2013

Autobiografi : Muhammad Arifin

Nama lengkap saya Muhammad Arifin. Lahir di Jakarta, pada tanggal 19 Desember 1992. Saya anak ke-1 dari 2 bersaudara. Alamat rumah saya di Jl.Pembangunan  No. 10 RT 007/03 | Kel. Rawa Badak Utara - Kec. Koja | Jakarta Utara - 14230.

Mengawali karir pendidikan di TK Ceria Jakarta di tahun ajaran 1997/1998, saya berhasil lulus dengan predikat sangat memuaskan dan terbaik diantara yang lainnya. Bersama Ibu Melly dkk yang saat itu menjabat sebagai kepala sekolah, saya melewati tingkat ini selama 1 tahun dengan berbagai pengalaman yang sangat menyenangkan dan tentunya takkan saya lupakan. Mengingat masa itu bersamaan juga dengan datangnya musim "krisis moneter" atau biasa disebut "krismon", dan perubahan masa orde pemerintahan dari orde baru menjadi era reformasi ditandai dengan naiknya Bpk. B. J. Habibie yang kala itu menjadi wakil presiden dari Bpk. Soeharto menjadi Presiden Indonesia.

Berlanjut ke tingkat SD, saya mengarungi masa ini di SD Negeri Rawa Badak Selatan 01 Pagi. Salah satu SD favorit dan unggulan ditingkat Kecamatan Koja bahkan Jakarta Utara. Sangat sulit dijelaskan betapa senangnya saat masa-masa SD, susah-senang, suka-duka, tawa-canda, selalu menghiasi hari-hari saya kala itu. Bahkan saat momen puasa tahun 2012 dan 2013 kemarin, kami sempat berkumpul kembali dalam acara berbuka puasa bersama sekaligus reuni angkatan 2004. Obrolan kesana kemari pun tak luput dari mulut masing-masing, ketika sama-sama mengingat masa-masa lucu saat SD dulu.

Setelah lulus SD, saya melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri 30 Jakarta. SMP terfavorit di Jakarta Utara yang berstatus SSN (Sekolah Standar Nasional) kala itu (sekarang sudah berstatus Sekolah Standar Internasional). Perbedaan knowledge pun terlihat jelas bagi saya semasa SMP, yang ternyata menjadi titik balik saya dalam merubah sikap dan perubahan pola pikir untuk merangkai kehidupan di masa depan. Banyak sekali pengalaman dan prestasi yang saya raih kala itu, terutama di bidang olahraga khususnya futsal dan sepak bola. Di masa inilah saya pertama kali menyukai seorang wanita, meski saat itu tidak tersampaikan.

Di tahun 2007 setelah lulus dari SMP, saya melanjutkan pendidikan ke tingkat SMK. Kala itu saya memilih SMK Perguruan Cikini Jakarta, salah satu SMK swasta yang juga dekat sekali dengan rumah saya. Disinilah pengembangan, pelatihan, pengetahuan, pergaulan, dll saya rasakan jauh lebih bermakna dibandingkan masa-masa sebelumnya. Di masa inilah pembentukan dasar dari apa diri saya yang sekarang, sehingga sampai terpikirkan jadi apa saya sekarang adalah hasil tempaan dari masa-masa SMK.

Lulus dari SMK, saya berniat melanjutkan ke bidang lapangan kerja. Sebuah target yang tentunya diidamkan semua orang. Awal mula saya melakukan tes di PT Astra Honda Motor. Rangkaian tes saya lalui dengan mudah, begitupun masa training yang sudah saya lakukan. Tetapi disaat penandatangan kontrak dan pembagian seragam, saya bersama 5 orang lainnya pun dipinggirkan terlebih dahulu hanya karena usia saya yang belum genap 18 tahun kala itu.
Bosan menunggu, akhirnya saya coba kembali melamar pekerjaan. Kali ini jatuh ke PT. Index Furnishing (saat ini Informa), salah satu perusahaan ritel di bidang furniture terbesar di Indonesia. Disinilah saya pertama kali mencukur kumis karena terpaksa disuruh oleh atasan. Dan hanya bertahan 1 setengah hari, saya mengajukan permohonan diri. Dikarenakan adanya tawaran lebih menggiurkan di Perusahaan besar lainnya yang nantinya akan menjadi tempat kerja saya sampai saat ini, serta dorongan orang tua yang sebenarnya juga tidak merestui saya bekerja di Index Furnishing.

Teori Organisasi Umum 1 - Bab 9 & 10

Teori Organisasi Umum 1 - Bab 9 & 10 (Proses Organisasi)

Proses Organisasi adalah segala aktivitas-aktivitas utama yang dilakukan dalam suatu organisasi. Proses organisasi itu berkaitan dengan interaksi antar anggota di dalam suatu organisasi dan dapat diartikan sebagai prosedur bagaimana anggota dapat saling bahu membahu untuk membangun suatu organisasi.
Bagian-bagian Proses Organisasi :

  1. Proses Komunikasi,  yaitu rangkaian kegiatan sebelum atau pada saat kejadian itu sedang terjadi. contoh : Koordinasi, rapat, pengumuman dll. Dalam proses ini, bahwa pentingnya komunikasi dalam sebuat proses organisasi agar tidak ada kesalahpahaman antar anggota organisasi dalam menjalankan tugasnya masing-masing.
  2. Hubungan antar peran, selain komunikasi Hubungan antar suatu anggota dalam organisasi itu sangat penting terutama untuk membangun proses kerja dari organisasi tersebut. Dengan adanya hubungan antar peran maka setiap anggota dalam organisasi akan saling bekerjasama secara optimal dalam menjalankan perannya masing.
  3. Tahap Pengawasan, dimulai komunikasi dalam tahap perencanaan, pengorganisasian, koordinasi, penggunaan SDM yang layak, penggunaan anggraran, pengarahan, pelaksanaan, pengawasan, pencatatan dan pelaporann sampai pada organisasi selesai.  Apabila proses pengawasan tidak dilaksanakan, maka biasanya pencapaiannya kurang baik.
  4. Pengawasan/pengendalian, Dalam sebuah proses diperlukan pengawasan/pengendalian terhadap pihak yang berwewenang agar suatu proses organisasi dapat berjalan dengan baik, terarah dan sesuai dengan tujuan.

A. PROSES MEMPENGARUHI

Setiap organisasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Namun, bagaimana kita melaksanakan suatu wewenang agar organisasi tersebut mendapat pengaruh yang baik.
Elemen-elemen yang dapat memepengaruhi proses organisasi yaitu :

  1. Orang yang mempengaruhi (0)‏
  2. Metode mempengaruhi (→)‏
  3. Orang yang dipengaruhi (p)‏
  • Jadi proses mempengaruhi : 0 → p


Jadi didalam data di atas tedapat timbal balik dalam suatu pengaruh untuk mempengaruhi seseorang. sedangkan metode untuk mempengaruhi adalah di antaranya :

  1. Kekuatan fisik
  2. Penggunaan sanksi (positif/negatif)‏
  3. Keahlian
  4. Kharisma (daya tarik)‏
Daerah pengaruh mencakup hubungan-hubungan :

  1. Antara perseorangan
  2. Kelompok dengan seseorang
  3. Seseorang dengan kelompok
Hubungan antara Kekuasaan dan Pengaruh :

  1. Analisis French-Raven
  2. Analisis Etzioni
  3. Analisis Nisbel


B. PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Dalam proses pengambilan keputusan terdapat beberapa metode yaitu :
  1. Kewenangan Tanpa Diskusi. Metode pengambilan keputusan ini seringkali digunakan oleh para pemimpin otokratik atau dalam kepemimpinan militer. Metode ini memiliki beberapa keuntungan, yaitu cepat, dalam arti ketika organisasi tidak mempunyai waktu yang cukup untuk memutuskan apa yang harus dilakukan. Selain itu, metode ini cukup sempurna dapat diterima kalau pengambilan keputusan yang dilaksanakan berkaitan dengan persoalan-persoalan rutin yang tidak mempersyaratkan diskusi untuk mendapatkan persetujuan para anggotanya. Namun demikian, jika metode pengambilan keputusan ini terlalu sering digunakan, ia akan menimbulkan persoalan-persoalan, seperti munculnya ketidak percayaan para anggota organisasi terhadap keputusan yang ditentukan pimpinannya, karena mereka kurang bahkan tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. 
  2. Pendapat Ahli. Menurut Newman, Summer dan Waren, Memerinci langkah desain dan mengidentifikasi menjadi empat tahap yaitu penemuan penyelesaian alternatif, penganalisa, pembuatan suatu diagnosis, dan pemilihan rencana yang diambil.
  3. Kewenangan setelah diskusi,  Sifat otokratik dalam pengambilan keputusan ini lebih sedikit apabila dibandingkan dengan metode yang pertama. Karena metode authority rule after discussion ini pertimbangkan pendapat atau opini lebih dari satu anggota organisasidalam proses pengambilan keputusan. Dengan demikian, keputusan yang diambil melalui metode ini akan mengingkatkan kualitas dan tanggung jawab para anggotanya disamping juga munculnya aspek kecepatan (quickness) dalam pengambilan keputusan sebagai hasil dari usaha menghindari proses diskusi yang terlalu meluas.
  4. Kesepakatan. Kesepakatan terjadi kalau semua anggota dari suatu organisasi mendukung keputusan yang diambil. Metode pengambilan keputusan ini memiliki keuntungan, yakni partisipasi penuh dari seluruh anggota organisasi akan dapat meningkatkan kualitas keputusan yang diambil, sebaik seperti tanggung jawab para anggota dalam mendukung keputusan tersebut. Selain itu metode konsensus sangat penting khususnya yang berhubungan dengan persoalan-persoalan yang kritis dan kompleks.

Teori Organisasi Umum 1 - Bab 7 & 8

Teori Organisasi Umum 1 - Bab 7 & 8 (Konflik Organisasi)

A. PENGERTIAN KONFLIK

1. Konflik Organisasi
Konflik organisasi berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.
Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan Integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik.

2. Definisi Konflik
Ada beberapa pengertian konflik menurut beberapa ahli :
  • Menurut Taquiri dalam Newstorm dan Davis (1977), konflik merupakan warisan kehidupan sosial yang boleh berlaku dalam berbagai keadaan akibat daripada berbangkitnya keadaan ketidaksetujuan, kontroversi dan pertentangan di antara dua pihak atau lebih pihak secara berterusan.
  • Menurut Gibson, et al (1997: 437), hubungan selain dapat menciptakan kerjasama, hubungan saling tergantung dapat pula melahirkan konflik. Hal ini terjadi jika masing – masing komponen organisasi memiliki kepentingan atau tujuan sendiri – sendiri dan tidak bekerja sama satu sama lain.
  • Menurut Robbin (1996), keberadaan konflik dalam organisasi dalam organisasi ditentukan oleh persepsi individu atau kelompok. Jika mereka tidak menyadari adanya konflik di dalam organisasi maka secara umum konflik tersebut dianggap tidak ada. Sebaliknya, jika mereka mempersepsikan bahwa di dalam organisasi telah ada konflik maka konflik tersebut telah menjadi kenyataan.
  • Dipandang sebagai perilaku, konflik merupakan bentuk minteraktif yang terjadi pada tingkatan individual, interpersonal, kelompok atau pada tingkatan organisasi (Muchlas, 1999). Konflik ini terutama pada tingkatan individual yang sangat dekat hubungannya dengan stres.
  • Menurut Minnery (1985), Konflik organisasi merupakan interaksi antara dua atau lebih pihak yang satu sama lain berhubungan dan saling tergantung, namun terpisahkan oleh perbedaan tujuan.


B. JENIS DAN SUMBER KONFLIK

1. Jenis Konflik
Menurut James A.F. Stoner dan Charles Wankel, dikenal ada lima jenis konflik yaitu :
  • Konflik Intrapersonal
Konflik intrapersonal adalah konflik seseorang dengan dirinya sendiri. Konflik terjadi bila pada waktu yang sama seseorang memiliki dua keinginan yang tidak mungkin dipenuhi sekaligus. Sebagaimana diketahui bahwa dalam diri seseorang itu biasanya terdapat hal-hal sebagai berikut :
-) Sejumlah kebutuhan-kebutuhan dan peranan-peranan yang bersaing.
-) Beraneka macam cara yang berbeda yang mendorong peranan-peranan dan kebutuhan-kebutuhan itu terlahirkan.
-) Banyaknya bentuk halangan-halangan yang bisa terjadi di antara dorongan dan tujuan.
-) Terdapatnya baik aspek yang positif maupun negatif yang menghalangi tujuan-tujuan yang diinginkan.

Hal-hal di atas dalam proses adaptasi seseorang terhadap lingkungannya seringkali menimbulkan konflik. Kalau konflik dibiarkan maka akan menimbulkan keadaan yang tidak menyenangkan. Ada 3 macam bentuk konflik intrapersonal yaitu :
-) Konflik pendekatan-pendekatan, contohnya orang yang dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama menarik.
-) Konflik pendekatan – penghindaran, contohnya orang yang dihadapkan pada dua pilihan yang sama menyulitkan.
-) Konflik penghindaran-penghindaran, contohnya orang yang dihadapkan pada satu hal yang mempunyai nilai positif dan negatif sekaligus.
  • Konflik Interpersonal
Konflik Interpersonal adalah pertentangan antar seseorang dengan orang lain karena pertentengan kepentingan atau keinginan. Hal ini sering terjadi antara dua orang yang berbeda status, jabatan, bidang kerja dan lain-lain.
Konflik interpersonal ini merupakan suatu dinamika yang amat penting dalam perilaku organisasi. Karena konflik semacam ini akan melibatkan beberapa peranan dari beberapa anggota organisasi yang tidak bisa tidak akan mempngaruhi proses pencapaian tujuan organisasi tersebut.

  • Konflik Antar Individu-Individu dan Kelompok-Kelompok
Hal ini seringkali berhubungan dengan cara individu menghadapi tekanan-tekanan untuk mencapai konformitas, yang ditekankan kepada mereka oleh kelompok kerja mereka.Sebagai contoh dapat dikatakan bahwa seseorang individu dapat dihukum oleh kelompok kerjanya karena ia tidak dapat mencapai norma-norma produktivitas kelompok dimana ia berada.

  • Konflik Antara Kelompok Dalam Organisasi yang Sama
Konflik ini merupakan tipe konflik yang banyak terjadi di dalam organisasi-organisasi. Konflik antar lini dan staf, pekerja dan pekerja – manajemen merupakan dua macam bidang konflik antar kelompok.

  • Konflik Antara Organisasi
contoh seperti di bidang ekonomi dimana Amerika Serikat dan negara-negara lain dianggap sebagai bentuk konflik, dan konflik ini biasanya disebut dengan persaingan.Konflik ini berdasarkan pengalaman ternyata telah menyebabkan timbulnya pengembangan produk-produk baru, teknologi baru dan servis baru, harga lebih rendah dan pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien


2. Sumber Konflik
Penyebab terjadinya konflik dikelompokkan dalam dua kategori besar :
  • Karakteristik Individual
-) Nilai sikap dan Kepercayaan (Values, Attitude, and Baliefs) atau Perasaan kita tentang apa yang benar dan apa yang salah, untuk bertindak positif maupun negatif terhadap suatu kejadian, dapat dengan mudah menjadi sumber terjadinya konflik.
-) Kebutuhan dan Kepribadian (Needs and Personality). Konflik muncul karena adanya perbedaan yang sangat besar antara kebutuhan dan kepribadian setiap orang, yang bahkan dapat berlanjut kepada perseteruan antar pribadi. Sering muncul kasus di mana orang-orang yang memiliki kebutuhan kekuasaan dan prestasi yang tinggi cenderung untuk tidak begitu suka bekerjasama dengan orang lain.
-) Perbedaan Persepsi (Perseptual Differences). Persepsi dan penilaian dapat menjadi penyebab terjadinya konflik. Misalnya saja, jika kita menganggap seseorang sebagai ancaman, kita dapat berubah menjadi defensif terhadap orang tersebut.

  • Faktor Situasi
-) Kesempatan dan Kebutuhan Barinteraksi (Opportunity and Need to Interact). Kemungkinan terjadinya konflik akan sangat kecil jika orang-orang terpisah secara fisik dan jarang berinteraksi. Sejalan dengan meningkatnya assosiasi di antara pihak-pihak yang terlibat, semakin mengikat pula terjadinya konflik. Dalam bentuk interaksi yang aktif dan kompleks seperti pengambilan keputusan bersama (joint decision-making), potensi terjadinya konflik bahkan semakin meningkat. Ketergantungan satu pihak kepada Pihak lain (Dependency of One Party to Another) Dalam kasus seperti ini, jika satu pihak gagal melaksanakan tugasnya, pihak yang lain juga terkena akibatnya, sehingga konflik lebih sering muncul.
-) Perbedaan Status (Status Differences). Apabila seseorang bertindak dalam cara-cara yang ”arogan” dengan statusnya, konflik dapat muncul. Sebagai contoh, dalam engambilan keputusan, pihak yang berada dalam level atas organisasi merasa tidak perlu meminta pendapat para anggota tim yang ada.

C. Strategi Penyelesaian Konflik

Pendekatan penyelesaian konflik oleh pemimpin dikategorikan dalam dua dimensi ialah kerjasama/tidak kerjasama dan tegas/tidak tegas. Dengan menggunakan kedua macam dimensi tersebut ada 5 macam pendekatan penyelesaian konflik ialah :
  • Menghindar. Menghindari konflik dapat dilakukan jika isu atau masalah yang memicu konflik tidak terlalu penting atau jika potensi konfrontasinya tidak seimbang dengan akibat yang akan ditimbulkannya. Penghindaran merupakan strategi yang memungkinkan pihak-pihak yang berkonfrontasi untuk menenangkan diri. Manajer perawat yang terlibat didalam konflik dapat menepiskan isu dengan mengatakan “Biarlah kedua pihak mengambil waktu untuk memikirkan hal ini dan menentukan tanggal untuk melakukan diskusi”
  • Mengakomodasi. Memberi kesempatan pada orang lain untuk mengatur strategi pemecahan masalah, khususnya apabila isu tersebut penting bagi orang lain. Hal ini memungkinkan timbulnya kerjasama dengan memberi kesempatan pada mereka untuk membuat keputusan. Perawat yang menjadi bagian dalam konflik dapat mengakomodasikan pihak lain dengan menempatkan kebutuhan pihak lain di tempat yang pertama.
  • Kompetisi. Gunakan metode ini jika anda percaya bahwa anda memiliki lebih banyak informasi dan keahlian yang lebih dibanding yang lainnya atau ketika anda tidak ingin mengkompromikan nilai-nilai anda. Metode ini mungkin bisa memicu konflik tetapi bisa jadi merupakan metode yang penting untuk alasan-alasan keamanan.
  • Kompromi atau Negosiasi. Masing-masing memberikan dan menawarkan sesuatu pada waktu yang bersamaan, saling memberi dan menerima, serta meminimalkan kekurangan semua pihak yang dapat menguntungkan semua pihak.
  • Memecahkan Masalah atau Kolaborasi. Pemecahan sama-sama menang dimana individu yang terlibat mempunyai tujuan kerja yang sama.Perlu adanya satu komitmen dari semua pihak yang terlibat untuk saling mendukung dan saling memperhatikan satu sama lainnya.
Mengendalikan konflik berarti menjaga tingakat konflik yang kondusif bagi perkembangan organisasi sehingga dapat berfungsi untuk menjamin efektivitas dan dinamika organisasi yang optimal. Namun bila konflik telah terlalu besar dan disfungsional, maka konflik perlu diturunkan intensitasnya, antara lain dengan cara :
  • Mempertegas atau menciptakan tujuan bersama. Perlunya dikembangkan tujuan kolektif di antara dua atau lebih unit kerja yang dirasakan bersama dan tidak bisa dicapai suatu unit kerja saja.
  • Meminimalkan kondisi ketidak-tergantungan. Menghindari terjadinya eksklusivisme diatara unit-unit kerja melalui kerjasama yang sinergis serta membentuk koordinator dari dua atau lebih unit kerja.
  • Memperbesar sumber-sumber organisasi seperti : menambah fasilitas kerja, tenaga serta anggaran sehingga mencukupi kebutuhan semua unit kerja.
  • Membentuk forum bersama untuk mendiskusikan dan menyelesaikan masalah bersama. Pihak-pihak yang berselisih membahas sebab-sebab konflik dan memecahkan permasalahannya atas dasar kepentingan yang sama.
  • Membentuk sistem banding, dimana konflik diselesaikan melalui saluran banding yang akan mendengarkan dan membuat keputusan.
  • Pelembagaan kewenangan formal, sehingga wewenang yang dimiliki oleh atasan atas pihak-pihak yang berkonflik dapat mengambil keputusan untuk menyelesaikan perselisihan.
  • Meningkatkan intensitas interaksi antar unit-unit kerja, dengan demikian diharapkan makin sering pihak-pihak berkomunikasi dan berinteraksi, makin besar pula kemungkinan untuk memahami kepentingan satu sama lain sehingga dapat mempermudah kerjasama.
  • Me-redesign kriteria evaluasi dengan cara mengembangkan ukuran-ukuran prestasi yang dianggap adil dan acceptable dalam menilai kemampuan, promosi dan balas jasa.

D. Motivasi

Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya. Tiga elemen utama dalam definisi ini adalah intensitas, arah, dan ketekunan. Dalam hubungan antara motivasi dan intensitas, intensitas terkait dengan dengan seberapa giat seseorang berusaha, tetapi intensitas tinggi tidak menghasilkan prestasi kerja yang memuaskan kecuali upaya tersebut dikaitkan dengan arah yang menguntungkan organisasi. .Sebaliknya elemen yang terakhir, ketekunan, merupakan ukuran mengenai berapa lama seseorang dapat mempertahankan usahanya.

E. Teori Motivasi

Motivasi merupakan satu penggerak dari dalam hati seseorang untuk melakukan atau mencapai sesuatu tujuan. Motivasi juga bisa dikatakan sebagai rencana atau keinginan untuk menuju kesuksesan dan menghindari kegagalan hidup. Dengan kata lain motivasi adalah sebuah proses untuk tercapainya suatu tujuan. Seseorang yang mempunyai motivasi berarti ia telah mempunyai kekuatan untuk memperoleh kesuksesan dalam kehidupan.
Motivasi dapat berupa motivasi intrinsic dan ekstrinsic. Motivasi yang bersifat intinsik adalah manakala sifat pekerjaan itu sendiri yang membuat seorang termotivasi, orang tersebut mendapat kepuasan dengan melakukan pekerjaan tersebut bukan karena rangsangan lain seperti status ataupun uang atau bisa juga dikatakan seorang melakukan hobbynya. Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah manakala elemen elemen diluar pekerjaan yang melekat di pekerjaan tersebut menjadi faktor utama yang membuat seorang termotivasi seperti status ataupun kompensasi.
Banyak teori motivasi yang dikemukakan oleh para ahli yang dimaksudkan untuk memberikan uraian yang menuju pada apa sebenarnya manusia dan manusia akan dapat menjadi seperti apa. Landy dan Becker membuat pengelompokan pendekatan teori motivasi ini menjadi 5 kategori yaitu teori kebutuhan,teori penguatan,teori keadilan,teori harapan,teori penetapan sasaran.
  • TEORI MOTIVASI HERZBERG (1966)
Menurut Herzberg (1966), ada dua jenis faktor yang mendorong seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan dan menjauhkan diri dari ketidakpuasan. Dua faktor itu disebutnya faktorhigiene (faktor ekstrinsik) dan faktor motivator (faktor intrinsik). Faktor higiene memotivasi seseorang untuk keluar dari ketidakpuasan, termasuk didalamnya adalah hubungan antar manusia, imbalan, kondisi lingkungan, dan sebagainya (faktor ekstrinsik), sedangkan faktor motivator memotivasi seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan, yang termasuk didalamnya adalah achievement, pengakuan, kemajuan tingkat kehidupan, dsb (faktor intrinsik).

Teori Organisasi Umum 1 - Bab 5 & 6

Teori Organisasi Umum 1 - Bab 5 & 6 (Organisasi)

A. TIPE ATAU BENTUK ORGANISASI

1. Tipe-tipe Organisasi
Secara garis besar organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu organisasi formal dan organisasi informal. Pembagian tersebut tergantung pada tingkat atau derajat mereka terstruktur. Namur dalam kenyataannya tidak ada sebuah organisasi formal maupun informal yang sempurna.
  • Organisasi Formal Resmi
Organisasi formal/resmi adaah organisasi yang dibentuk oleh sekumpulan orang/masyarakat yang memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik, yang menerangkan hubungan-hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas dan tanggung jawabnya, serta memilki kekuatan hukum. Struktur yang ada juga menerangkan bagaimana bentuk saluran-saluran melalui apa komunikasi berlangsung. Kemudian menunjukkan tugas-tugas terspesifikasi bagi masing-masing anggotanya. Hierarki sasaran organisasi formal dinyatakan secara eksplisit. Status, prestise, imbalan, pangkat dan jabatan, serta prasarat lainya terurutkan dengan baik dan terkendali. Selain itu organisasi formal tahan lama dan mereka terencana dan mengingat bahwa ditekankan mereka beraturan, maka mereka relatif bersifat tidak fleksibel. Contoh organisasi formal √°dalah perusahaan besar, badan-badan pemerintah, dan universitas-universitas.
  • Organisasi Informal
Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan tidak terspesifikasi. Contoh organisasi informal adalah pertemuan tidak resmi seperti makan malam bersama. Organisasi informal dapat dialihkan menjadi organisasi formal apabila hubungan didalamnya dan kegiatan yang dilakukan terstruktur dan terumuskan. Selain itu, organisasi juga dibedakan menjadi organisasi primer dan organisasi sekunder.
Organisasi primer menuntut keterlibatan secara lengkap, pribadi dan emosional anggotanya. Mereka berlandaskan ekspektasi rimbal balik dan bukan pada kewajiban yang dirumuskan dengan eksak. Contoh dari organisasi semacam ini adalah keluarga-keluarga tertentu. Sedangkan organisasi sekunder memuat hubungan yang bersifat intelektual, rasional, dan kontraktual. Organisasi seperti ini tidak bertujuan memberikan kepuasan batiniyah, tapi mereka memiliki anggota karena dapat menyediakan alat-alat berupa gaji ataupun imbalan kepada anggotanya. Sebagai contoh organisasi ini adalah kontrak kerjasama antara majikan dengan calon karyawannya dimana harus saling setuju mengenai seberapa besar pembayaran gajinya.
  • Organisasi berdasarkan sasaran pokok mereka
Organisasi yang didirikan tentu memiliki sasaran yang ingin dicapai secara maksimal. Oleh karenanya suatu organisasi menentukan sasaran pokok mereka berdasarka kriteria-kriteria organisasi tertentu. Adapun sasaran yang ingin dicapai umumnya adalah :
  • Organisasi berorientasi pada pelayanan (service organizations), yaitu organisasi yang berupaya memberikan pelayanan yang profesional kepada anggotanya maupun pada kliennya. Selain itu siap membantu orang tanpa menuntut pembayaran penuh dari penerima servis.
  • Organisasi yang berorientasi pada aspek ekonomi (economic organizations), yaitu organisasi yang menyediakan barang dan jasa sebagai imbalan dalam pembayaran dalam bentuk tertentu.
  • Organisasi yang berorientasi pada aspek religius (religious organizations)
  • Organisasi-organisasi perlindungan (protective organizations)
  • Organisasi-organisasi pemerintah (government organizations)
  • Organisasi-organisasi sosial (social organizations)
  • Organisasi-organisasi politik (politic organizations)

2. Bentuk-bentuk Organisasi

  • Organisasi Politik
Organisasi politik adalah organisasi atau kelompok yang bergerak atau berkepentingan atau terlibat dalam proses politik dan dalam ilmu kenegaraan, secara aktif berperan dalam menentukan nasib bangsa tersebut. Organisasi politik dapat mencakup berbagai jenis organisasi seperti kelompok advokasi yang melobi perubahan kepada politisi, lembaga think tank yang mengajukan alternatif kebijakan, partai politik yang mengajukan kandidat pada pemilihan umum, dan kelompok teroris yang menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan politiknya. Dalam pengertian yang lebih luas, suatu organisasi politik dapat pula dianggap sebagai suatu sistem politik jika memiliki sistem pemerintahan yang lengkap.
Organisasi politik merupakan bagian dari suatu kesatuan yang berkepentingan dalam pembentukan tatanan sosial pada suatu wilayah tertentu oleh pemerintahan yang sah. Organisasi ini juga dapat menciptakan suatu bentuk struktur untuk diikuti.

  • Organisasi Sosial
Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.

  • Organisasi Mahasiswa
Organisasi mahasiswa adalah organisasi yang beranggotakan mahasiswa. Organisasi ini dapat berupa organisasi kemahasiswaan intra kampus, organisasi kemahasiswaan ekstra kampus, maupun semacam ikatan mahasiswa kedaerahan yang pada umumnya beranggotakan lintas-kampus. Sebagian organisasi mahasiswa di kampus Indonesia juga membentuk organisasi mahasiswa tingkat nasional sebagai wadah kerja sama dan mengembangkan potensi serta partisipasi aktif terhadap kemajuan Indonesia, seperti organisasi Ikahimbi dan ISMKI. Di luar negeri juga terdapat organisasi mahasiswa berupa Perhimpunan Pelajar Indonesia, yang beranggotakan pelajar dan mahasiswa Indonesia.

  • Organisasi Olahraga
Organisasi olahraga adalah organisasi yang berisikan berbagai macam cabang olahraga.

  • Organisasi Sekolah
Organisasi sekolah adalah organisasi yang dibentuk atas inisiatif siswa maupun guru disuatu sekolah , seperti OSIS , koperasi sekolah,dll.

  • Organisasi Negara
Organisasi negara adalah struktur goverment pemerintahan di suatu negara  yang menentukan jalanya pemerintahan dengan lancar.

B. STRUKTUR ATAU SKEMA ORGANISASI

Struktur / Skema Organisasi adalah susunan dan hubungan-hubungan antar komponen bagian-bagian dan posisi-posisi dalam suatu organisasi, komponen-komponen dalam tiap organisasi memiliki ketergantungan. Sehingga jika suatu komponen baik. Maka akan berpengaruh pada komponen lainnya dan organisasi tersebut. Menurut Keith Davis, ada 6 bagan bentuk struktur organisasi yaitu :
  • Bentuk Vertikal
Dalam bentuk ini, sistem organisasi pimpinan sampai organisasi atau pejabat yang lebih rendah digariskan dari atas ke bawah secara vertikal.
  • Bentuk Mendatar / Horizontal
Dalam bentuk ini, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun atau digariskan dari kiri kea rah kanan atau sebaliknya.
  • Bentuk Lingkaran
Dalam bentuk lingkaran, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinana sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran ke aarah bidang lingkaran.
  • Bentuk Setengah Lingkaran
Dalam bentuk ini, saluran wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran kea rah bidang bawah lingkaran atau sebaliknya.
  • Bentuk Elliptical
Dalam bentuk ini, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah digambarkan dengan pusat Elips kearah bidang elips.
  • Bentuk Piramid terbalik
Dalam bentuk ini, saluran wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan organisasi atau pejabat terendah digambarkan dalam susunan berbentuk piramid terbalik.

Berikut saya lampirkan contoh struktur organisasi yang ada di lingkungan kerja saya :


SUMBER :

Saturday, October 19, 2013

Teori Organisasi Umum 1 - Bab 4

Teori Organisasi Umum 1 - Bab 4 (Macam-macam Organisasi dari Segi dan Tujuan)

Tujuan organisasi adalah pernyataan yang menjelaskan apa ingin kita capai dalam berorganisasi, yang berasal dari visi atau misi kita dalam berorganisasi. Tujuan adalah ujung ke arah mana organisasi kita akan diarahkan. Macam organisasi dapat dilihat dari berbagai segi, yaitu dari jumlah puncak pimpinan, segi keresmian, segi tujuan, segi luas wilayah, segi sosial, dan segi bentuk. Yang akan saya bahas disini adalah macam-macam organisasi dari segi tujuan yang ingin dicapai. Macam-macam organisasi tersebut adalah :

A. Macam-macam Organisasi

1. Organisasi Niaga
Organisasi yang tujuan utamanya untuk mencari keuntungan, terutama dalam bidang bisnis.
Macam-macam Organisasi Niaga :
  • Perseroan Terbatas (PT), yaitu perusahaan yang didirikan oleh dua orang atau lebih yang berbadan hukum
  • Perseroan Komanditer (CV), yaitu salah satu badan usaha yang dilakukan oleh pelaku bisnis usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia.
  • Firma (Fa), yaitu suatu organisasi bisnis dimana ada perjanjian dua orang atau lebih untuk memperoleh keuntungan bersama.
  • Koperasi, yaitu badan usaha yang melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.
  • Join Venture, yaitu kerjasama antara dua orang atau lebih dalam bidang bisnis untuk membentuk perusahaan baru.
  • Trust, yaitu penggabungan dua unit usaha menjadi satu dan masing-masing unit usaha kehilangan identitasnya. Beberapa perusahaan yang telah melebur akan melahirkan perusahaan baru yang lebih besar.
  • Kartel, yaitu persekutuan perusahaan-perusahaan dibawah suatu perjanjian untuk mencapai tujuan tertentu.
  • Holding Company, yaitu suatu usaha untuk menggabungkan satu perusahaan dengan perusahaan lain.


2. Organisasi Sosial
Organisasi yang dibentuk oleh anggota masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun tidak berbadan hukum. Berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat untuk ikut andil dalam pembangunan bangsa dan negara menuju arah yang lebih baik lagi dengan tujuan menjadikan bangsa dan negara dalam pembentukan sosialisasi yang baik dan menjadikan masyakarat yang penuh dengan jiwa sosialisasi yang tinggi.

Jalur pembentukan Organisasi Kemasyarakatan :
  • Jalur Keagamaan
  • Jalur Profesi
  • Jalur Kepemudaan
  • Jalur Kemahasiswaan
  • Jalur Kepartaian dan Kekaryaan


3. Organisasi Regional dan Internasional

  • Organisasi Regional :
Organisasi yang luas wilayahnya meliputi beberapa negara tertentu saja. Sebagai contoh : ASEAN (Association of Southeast Asian Nations = Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (PERBARA)), dibentuk 8 Agustus 1967, memiliki 10 negara anggota, Timor Leste dan Papua new Guinea hanya sebagai pemantau, dan masih mempertimbangkan akan menjadi anggota).

  • Organisasi Internasional :


         Organisasi yang anggota- anggotanya meliputi negara di dunia. Sebagai contoh : UN (United Nations = Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)),didirikan di San Fransisco pada 24 Oktober 1945.

SUMBER :

2) http://lista.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/22300/P+4+macam-organisasi.pdf

Teori Organisasi Umum 1 - Bab 3

Teori Organisasi Umum 1 - Bab 3 (Ciri-ciri, Unsur, dan Teori Organisasi)

Organisasi di dunia ini sangat banyak terutama di Indonesia, berbagai organisasi pun ada. Dari tingkat yang paling rendah hingga tingkat yang paling atas, dari tingkat keluarga, tingkat perumahan (RT/RW), tingkat sekolah, kuliah, pemerintah, bahkan kemanusiaan dan kemasyarakatan pun ada. Jenisnya pun bermacam-macam dan mempunyai tujuan yang berbeda pula. Dalam hal ini akan membahas tentang ciri-ciri organisasi, unsur organisasi serta teori organisasi itu sendiri.

A. Ciri-Ciri Organisasi

Organisasi selain mempunyai mempunyai tujuan, ia juga mempunyai ciri-ciri yang ikut membsantu dalam mensukseskan tujuannya.

Ciri-ciri organisasi secara umum adalah sebagai berikut ini :

  1. Mempunyai tujuan & sasaran
  2. Mempunyai keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati
  3. Adanya kerja sama dari sekelompok orang
  4. Mempunyai koordinasi tugas dan wewenang
  5. Adanya komponen ( atasan dan bawahan)
  6. Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang)
  7. Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati
  8. Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas
Ciri-ciri organisasi modern adalah sebagai berikut ini :

  1. Organisasi bertambah besar
  2. Pengolahan data semakin cepat
  3. Penggunaan staff lebih intensif
  4. Kecendrungan spesialisasi
  5. Adanya prinsip-prinsip atau azas-azas organisasi
  6. Unsur-unsur organisasi lebih lengkap


B. Unsur Organisasi

Unsur-unsur dalam organisasi yaitu :
1. Manusia (man)
    Dalam keorganisasian, manusia sering disebut sebagai pegawai atau personel yang terdiri dari semua anggota organisasi tersebut yang menurut fungsi dan tingkatannyaterdiri dari pimpinan (administrator) sebagai unsur pimpinan tertinggi dalam organisasi, manajer yang memimpin tiap-tiap satuan unit kerja yang sudah dibagikan sesuai dengan tugas dan fungsinya, dan para pekerja.

2. Kerjasama (team work)
    Suatu kegiatan bantu-membantu antar sesama anggota oeganisasi yang dilakukan bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. oleh karena itu, anggota organisasi dibagi menjadi beberapa bagian sesuai fungsi, tugas dan tingkatannya masing-masing.

3. Tujuan bersama
    Merupakan arah atau sasaran yang dicapai. Tujuan merupakan titik akhir dari apa yang diharapkan atau dicapai dalam organisasi. Setiap anggota sebuah organisasi harus mempunya tujuan yang sama agar organisasi tersebut dapat berjalan sesuai dengan keinginan bersama.

4. Peralatan (equipment)
    Segala sesuatu yang digunakan dalam organisasi seperti uang, kendaraan, gedung, tanah dan barang modal lainnya.

5. Lingkungan (environtment)
    Berikut ini yang termasuk kedalam unsur lingkungan adalah :
a) Kondisi atau situasi yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi berjalannya organisasi karena kondisi atau situasi sangat dekat hubungannya dengan organisasi dan anggotanya.
b) Tempat atau lokasi, karena mempengaruhi sarana transportasi dan komunikasi.
c) Wilayah operasi yang dijadikan sarana kegiatan organisasi, wilayah operasi dibagi menjadi empat, yaitu wilayah kegiatan,wilayah jangkauan, wilayah personil, wilayah kewenangan atau kekuasaan.

6. Kekayaan alam
    Kekayaan alam yang dimaksud adalah cuaca, keadaan geografis, flora, fauna dll.

7. Kerangka/kontruksi mental organisasi itu sendiri.

C. Teori Organisasi

1. Teori Organisasi Klasik (Teori Tradisional)‏

    Teori klasik (classical theory) berisi konsep-konsep tentang organisasi mulai tahun 1800 (abad 19). Secara umum digambarkan oelh para teoritisi klasik sebagai sangat desentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi, serta memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku tidak mengandung kreativitas.

a. Teori Birokrasi
    Teori ini dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism". Kata birokrasi mula-mula berasal dari kata legal rasional. Organisasi itu legal, karena wewenangnya berasal dari seperangkat aturan prosedur dan peranan yang dirumuskan secara jelas, dan organisasi disebut rasional dalam hal penetapan tujuan dan perancangan organisasi untuk mencapai tujuan tersebut.

b. Teori Administrasi
    Teori ini sebagian besar dikembangkan atas dasar sumbangan Henri Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa serta Mooney dan Reily dari Amerika Henry Fayol industrialis dari Perancis, pada tahun 1841-1925 mengemukakan dan membahas 14 kaidah manajemen yang menjadi dasar perkembangan teori administrasi adalah :
    - Pembagian kerja (division of work)
    - Wewenang dan tanggung jawab (authorityand responsibility)
    - Disiplin (discipline)
    - Kesatuan perintah (unity of command)
    - Kesatuan pengarahan (unity of direction)
    - Mendahulukan kepentingan umum dari pada pribadi
    - Balas jasa (remuneration of personnel)
    - Sentralisasi (centralization)
    - Rantai scalar (scalar chain)
    - Aturan (oreder)
    - Keadilan (equity)
    - Kelanggengan personalia (stability of tenure of personnel)
    - Inisiatif (initiative)
    - Semangat korps (spirit de corps)

c. Manajemen Ilmiah
   Manajemen ilmiah (scientific management) dikembangkan mulai tahun 1900 oleh Frederick Winslow Taylor. Ada 2 pendapat tentang manajemen ilmiah. Pendapat pertama mengatakan manajemen ilmiah adalah penerapan metode ilmiah pada studi, analisa dan pemecahan masalah-masalah organisasi. Pendapat kedua mengatakan manajemen ilmiah adalah seperangkat mekanisme atau teknik “a bag of tricks” untuk meningkatkan efisiensi kerja organisasi.

2. Teori Neo Klasik (Teori Hubungan atau Manusiawi)‏

    Teori neoklasik secara sederhana sebagai teori/aliran hubungan manusiawi (The human relation movement). Teori neoklasik dikembangkan atas dasar teori klasik. Anggapan teori ini adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok kerjanya atas dasar anggapan ini maka teori neoklasik mendifinisikan “suatu organisasi” sebagai sekelompok orang dengan tujuan bersama.

3. Teori Organisasi Modern

   Teori modern disebut juga sebagi analisa system pada organisasi merupakan aliran besar ketiga dalam teori organisasi dan manajemen. Teori modern melihat pada semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan & saling ketergantungan, yang didalamnya mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil, akan tetapi organisasi merupakan system terbuka.

SUMBER :

2) http://lista.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/22299/P+3+ciri-unsur-organisasi.pdf
4) http://ocw.gunadarma.ac.id/course/computer-science-and-information/information-system-s1-1/teori-organisasi-umum-2-1/ciri-unsur-organisasi

Teori Organisasi Umum 1 - Bab 1 & 2

Teori Organisasi Umum 1 - Bab 1 & 2 (Arti Pentingnya Organisasi & Metode)

A.    PENGERTIAN ORGANISASI DAN METODE
Istilah organisasi dapat diartikan sebagai wadah yang berarti sekelompok manusia yang saling bekerja sama, atau juga proses yang berarti pengelompokan manusia dalam suatu kerja sama yang efisien.
Sedangkan istilah metode berarti suatu tata kerja yang dapat mencapai tujuan yang efisien.
Sehingga pengertian organisasi dan metode secara lengkap adalah rangakaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan factor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang sah.
Dari pengertian tersebut terkandung beberapa maksud :1. Organisasi dan metode merupakan kunci atau syarat pelaksanaan kerja yang setepat-tepatnya.2. Organisasi dan metode penting bagi kegiatan manajemen3. Organisasi dan metode dapat memanfaatkan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.
4. O
rganisasi dan metode berguna dalam meningkatkan efisiensi kerja untuk mencapai tujuan.
Dari uraian tersebut terlihat jelas betapa eratnya hubungan antara manajemen, organisasi dan metode, bukan sepertinya dapat dikatakan bahwa organisasi dan metode merupakan salah satu bidang pengkhususan dari manajemen.

B.     MANAJEMEN DAN ORGANISASI
Manajemen pada hakekatnya merupakan proses kegiatan seseorang pimpinan (manajer) yang harus dilakukan dengan mempergunakan cara-cara pemikiran yang rasional maupun praktis untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui kerja sama dengan orang lain sebagai sumber tenaga kerja tanpa mengabaikan sumber-sumber yang lain dan waktu yang tersedia dengan cara yang setepat-tepatnya.
Kegiatan Manajemen yakni :1. Perencanaan (planning)
a. Merupakan proses kegiatan pemikiran, dugaan dan penentuan prioritas-prioritas yang harus dilakukan secara rasional sebelum melaksanakan tindakan yang sebenarnya.
b. Merupakan kegiatan non fisik (kejiwaan) sebelum melaksanakan kegiatan fisik.
c. Sangat diperlukan dalam rangka mengarahkan tujuan dan sasaran organisasi serta tujuan suatu program pembangunan.
2. Pengorganisasian (organizing).
a.       Merupakan proses penyusunan pembagian kerja ke dalam unit-unit kerja dan fungsi-fungsinya serta penempatan mengenai orang yang menduduki fungsi-fungsi tersebut secara tepat.
b.      Dilakukan demi perencanaan, pelaksanaan dan pembagian kerja yang tepat.
c.       Harus diperhatikan dalam penempatan orang (staffing) dilakukan secara objektif.

3. Pendorong (motivating)
a.       Merupakan proses kegiatan yang harus dilakukan untuk membina dan mendorong semangat dan kerelaan kerja para pegawai.
b.      Mencakup segi-segi perangsang baik yang bersifat rohaniah seperti kenaikan pangkat, pendidik dan pengembangan karier, pemberian cuti dan sebagainya maupun yang bersifat jasmaniah seperti sistem upah yang menggairahkan, pemberian tunjangan, penyediaan fasilitas yang lengkap dan sebagainya.

4. Pengendalian (controlling)
a.       Merupakan rangkaian kegiatan yang harus dilakukan untuk mengadakan pengawasan, penyempurnaan dan penilaian sehingga dapat mencapai tujuan seperti yang direncanakan.
b.      Sangat penting untuk mengetahui sampai di mana pekerjaan sudah dilaksanakan.
c.       Dapat dilakukan evaluasi, penentuan tindakan korektif ataupun tidak lanjut, sehingga pengembangan dapat ditingkatkan pelaksanaannya.

Keempat kegiatan tersebut tidak akan terlaksana tanpa adanya sumber-sumber ataupun sarana yang harus didayagunakan secara tepat. Menurut istilah George R Terry sumber-sumber yang dimaksud disebut 6 M (The six M’s in management) yaitu :

1. Manpower (manusia atau tenaga kerja).
2. 
Money (uang atau dana).
3. 
aterials (bahan-bahan atau material). 4. Machines and equipment (mesin dan peralatan)
5. M
ethods (tata kerja).6. Market (pasar).
Dari uraian di atas dapat dirumuskan bahwa manajemen adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerja sama antar manusia. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut maka akan perlu dibentuk suatu organisasi yang pada pokoknya secara fungsional dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang dipersatukan dalam suatu kerja sama yang efisien untuk mencapai tujuan. Sehingga dapat dikatakan bahwa fungsi organisasi adalah sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan.

C.     MANAJEMEN DAN TATA KERJA
Manajemen adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan sebuah organisasi yang dapat berfungsi sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan.
Tata kerja atau metode adalah suatu cara bagaimana agar sumber-sumber dan waktu yang tersedia dan amat diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat pula. Pemakaian tata kerja yang tepat ditujukan untuk :1. Menghindari terjadinya pemborosan di dalam pendayagunaan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.2. Menghindari kemacetan-kemacetan dan kesimpangsiuran dalam proses pencapaian tujuan.3. Menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan koordinasi yang tepat.

Hubungan antara tata kerja dan manajemen adalah :1. Manajemen   : Menjelaskan perlu adanya proses kegiatan dan pendayagunaan sumber-sumber serta waktu sebagai factor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan.2. Tata Kerja    : Menjelaskan bagaimana proses kegiatan harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.


D.    MANAJEMEN, ORGANISASI, DAN TATA KERJA
Hubungan timbal balik antara manajemen, organisasi, dan tatakerja dapat disimpulkan sebagai berikut :1. Manajemen : Proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerja sama antar manusia.2. Organisasi : Alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi pengelompokkan kerja sama.3. Tata kerja : Pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerjasama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien.
Dari konsep tersebut, jelaslah bahwa baik manajemen, organisasi maupun tata kerja ketiganya diarahkan kepada tercapainya tujuan.


SUMBER :

Wednesday, July 10, 2013

Ilmu Budaya Dasar - Bab 4

Ilmu Budaya Dasar - Bab 4 (Manusia, Kegelisahan, dan Harapan)


Menjelaskan poin-poin tentang Manusia dan Kegelisahan, Penyebab Kegelisahan, Cara Mengaasi Kegelisahan, Manusia dan Harapan, serta Penyebab Manusia Memiliki Harapan So, check this out.

Tertarik? Silahkan unduh link dibawah ini

Download Makalah Ilmu Budaya Dasar - Bab 4

Ilmu Budaya Dasar - Bab 3

Ilmu Budaya Dasar - Bab 3 (Manusia dan Tanggung Jawab)


Menjelaskan poin-poin tentang Kebutuhan Manusia, Unsur-unsur Wajib dalam Mencari Arti Hidup, Tanggung Jawab, Pengabdian, dan Pengorbanan. So, check this out.

Tertarik? Silahkan unduh link dibawah ini

Download Makalah Ilmu Budaya Dasar - Bab 3

Saturday, March 30, 2013

Ilmu Budaya Dasar - Bab 2

Ilmu Budaya Dasar - Bab 2 (Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Kesusastraan)


Menjelaskan poin-poin tentang Pendekatan Kesusastraan, Budaya yang dihubungkan dengan prosa, Nilai-nilai dalam prosa fiksi, serta Budaya dalam puisi.. So, check this out.

Tertarik? Silahkan unduh link dibawah ini

Download Makalah Ilmu Budaya Dasar - Bab 2

Ilmu Budaya Dasar - Bab 1

Ilmu Budaya Dasar - Bab 1 (Manusia dan Kebudayaan)


Menjelaskan poin-poin tentang Unsur-unsur pembangun manusia, Hakekat manusia, Kepribadian bangsa Timur, Pengertian Kebudayaan, Unsur-unsur Kebudayaan, Wujud Kebudayaan, Orientasi Nilai Budaya, Perubahan Kebudayaan, dan Kaitan Manusia dan Kebudayaan. So, check this out.


Tertarik? Silahkan unduh link dibawah ini

Download Makalah Ilmu Budaya Dasar - Bab 1

Thursday, March 14, 2013

Registry Editor Pada Windows

Apa itu Registry? Registry merupakan kumpulan data yang memiliki value yang ada di windows yang dipakai untuk mengatur jalannya sistem operasi windows.
 
Untuk mengubahnya, window memiliki program yang dinamakan regedit. Caranya klik RUN, lalu ketik regedit. Akan terlihat 6 root keys yang mempunyai job (tugas) yang berbeda setiap key dan memiliki value.
 
Penjelasan dari keenam root keys tersebut :
1. HKEY_CLASSES_ROOT menangani semua jenis file yang ada di windows dan menyimpan setting software
2. HKEY_USER menangani semua informasi user yang aktif serta menangani setting control panel pada sistem operasi windows
3. HKEY_CURRENT_USER menangani satu informasi user yang aktif pada sistem operasi windows.
4. HKEY_LOCAL_MACHINE memuat informasi tentang hardware yang dipakai pada komputer tersebut.
5. HKEY_CURRENT_CONFIG untuk mencatat konfigurasi sistem yang ada.
6. HKEY_DYN_DATA untuk mengetahui tingkat kinerja suatu sistem dan dalam jaringan.
 
Berberap Trik Keren…. yang lumayan untuk dicoba :)
 
1. Menyembunyikan Drive pada explorer
“HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer”ato bisa juga
“HKEY_USERS\S-1-5-21-776561741-823518204-725345543-1004\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer”
Value “NoDrives”
Tipe data “DWORD”
 
Valuenya adalah:
Value Data 1 = Buat Hide Drive A
Value Data 4 = Buat Hide Drive C
Value Data 8 = Buat Hide Drive D
Value Data 16 = Buat Hide Drive E
Value Data 29 = Buat Hide Drive A,C,D,E (1 + 4 + 8 + 16)
Value Data 32 = Buat Hide Drive F
Value Data 140 = Buat Hide Drive G
Value Data 180 = Buat Hide Drive H
 
Jika ingin sembunykan(hide) drive
misalnya : Drive A, Drive C
Nilai Value diisikan di regedit = Nilai Value Data A + Nilai Value Data C
= 1 + 4
= 5
Jadi semua drive di hide ato tidak kelihatan lagi…
 
2. Melakukan Disable akses untuk melihat drive
“HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer” or bisa JuGa
“HKEY_USERS\S-1-5-21-776561741-823518204-725345543-1004\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer”
Value “NoViewOnDrive”
Tipe data “DWORD”
 
Valuenya adalah:
Value Data 1 = Hide Drive A
Value Data 4 = Hide Drive C
Value Data 8 = Hide Drive D
Value Data 16 = Hide Drive E
Value Data 29 = Hide Drive A,C,D,E (1 + 4 + 8 + 16)
Value Data 32 = Hide Drive F
Value Data 140 = Hide Drive G
Value Data 180 = Hide Drive H
 
Jika ingin menghide drive:
misal : Drive D, Drive E
Nilai Value data yang diisikan di regedit = Nilai Value Data D + Nilai Value Data E
= 8 + 16
= 24

Sekarang bagian Add and Remove Programs & Control Panel
Control Panel
1. Menghilangkan Access Control Panel
“HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer”
atau
“HKEY_USER\S-1-5-21-776561741-823518204-725345543-1004\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer”
Value “NoControlPanel”
Tipe data “DWORD”
 
Add and Remove Programs
1. Menghilangkan Add or Remove Programs
“HKEY_USER\S-1-5-21-776561741-823518204-725345543-1004\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Uninstall”
Value “NoAddRemovePrograms”
Tipe data “DWORD”
 
2. Menghilangkan change or Remove Programs
“HKEY_USER\S-1-5-21-776561741-823518204-725345543-1004\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Uninstall”
Value “NoRemovePage”
Tipe data “DWORD”
 
3. Menghilangkan Add New Programs
“HKEY_USER\S-1-5-21-776561741-823518204-725345543-1004\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Uninstall”
Value “NoAddPage”
Tipe data “DWORD”
 
4. Menghilangkan Add/Remove Windows Components
“HKEY_USER\S-1-5-21-776561741-823518204-725345543-1004\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Uninstall”
Value “NoWindowsSetupPage”
Tipe data “DWORD”
 
5. Menghilangkan Support Information
“HKEY_USER\S-1-5-21-776561741-823518204-725345543-1004\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Uninstall”
Value “NoSupportInfo”
Tipe data “DWORD”
 
6. Menghilangkan Set programs access and default
“HKEY_USER\S-1-5-21-776561741-823518204-725345543-1004\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Uninstall”
Value “NoChooseProgramsPage”
Tipe data “DWORD”
 
Semuanya isi dengan value data = 1 untuk mengaktifkan &
= 0 untuk me-nonaktifkan
 
Untuk CMD(==MSDos Di windows ’Bagi yang belum tau’)
 
1. MenDisable CMD
key “HKEY_CURRENT_USER\Software\Policies\Microsoft\Windows\System”
Value “DisableCMD”
Tipe data “DWORD”
 
Value Data = 1 = Buat Disable CMD ama Command Script
2 = Buat Disable CMD-Nya Aja
 
Untuk mengembalikan semuaperubahan yang telah dibuat hanya mengganti nilai 1 atau lainnya menjadi nilai 0